Amazon Books, Raksasa E-Commerce itu Kini Memiliki Toko Buku Offline

0
660
Amazon Books, University Village, Seattle, Usa. Toko buku offline pertama Amazon.

Selama dua dekade Amazon telah berkembang besar menjadi website yang tidak lagi hanya menjual buku. Amazon berhasil menjaring ratusan juta active customer di seluruh dunia (Statista). Namun citra sebagai website penjual buku terbesar masih melekat. Sampai saat ini Amazon memiliki 20 juta lebih judul buku yang dijual di website mereka.

Banyak pemilik toko buku yang sering menganggap Amazon sebagai musuh. Mereka banyak yang membenci Amazon karena dianggap rakus dan membuat banyak toko buku tutup. Seringkali harga buku di website Amazon lebih murah daripada di toko buku offline.

Namun pada 3 November 2015, sekitar pukul 9.30 Selasa pagi waktu Seattle, Amazon bergabung dengan para “musuhnya”. Amazon Books, toko buku offline pertama milik Amazon, dibuka di University Village, Seattle, USA. Selain mempunyai pasar yang besar untuk pembaca buku, Seattle dipilih karena dekat dengan kantor pusat Amazon.

Berikut keterangan alamat dan jam operasional toko yang didapat dari website Amazon:

Monday-Sunday: 9:00 a.m. – 9:00 p.m.
Christmas Eve: 9:00 a.m. – 6:00 p.m.
New Year’s Eve & Day: 10:00 a.m. – 6:00 p.m.
We are open every day except Thanksgiving and Christmas Day.
206-524-0715

4601 26th Ave NE, Seattle 98105
We are located in University Village, next to Banana Republic and across from JOEY Kitchen. Parking is available in the garage by the 26th Ave NE entrance.

Amazon Books memiliki ruang seluas 5.500 kaki persegi untuk penjualan, dan ruang seluas 2.000 kaki persegi untuk tempat penyimpanan. Meski juga menjual gadget khas Amazon seperti Kindle E-Readers, Echo, Fire Tablet dan Fire TV, buku tetap menjadi fokus utama.

Rak-rak kayunya berisi antara 5.000 sampai 6.000 judul buku. Berisi buku-buku best-seller, juga buku-buku dengan rating tinggi dari konsumen meski buku itu tidak terkenal, dan buku pilihan staf Amazon. Saat pembukaan toko, bagian buku pilihan staf Amazon berisi buku favorit Amazon Chief Executive, Jeff Bezos. Ada The Gift of Fear karya Gavin de Becker, The Five Love Languages karya Gary Chapman, dan Traps karya MacKenzie Bezos, istri Jeff Bezos.

Amazon Books merekrut karyawan berpengalaman untuk tokonya. Diinformasikan bahwa beberapa karyawan dari perpustakaan dan toko buku ritel lainnya telah direkrut dan dipekerjakan.

Keunikan yang Dimiliki Amazon Books

Amazon menggunakan data dari website mereka untuk diaplikasikan pada toko bukunya. Vice President Amazon Books, Jennifer Cast berkata,”Kami mengaplikasikan 20 tahun pengalaman menjual buku secara online untuk membangun toko yang menggabungkan manfaat belanja buku secara online dan offline.”

Amazon Books, highly rated books.

Buku-buku di Amazon Books dipilih berdasarkan rating customer, pre-order, dan penjualan di Amazon.com. Juga berdasarkan popularitas di Goodreads dan penilaian kurator Amazon. Sebagian besar mempunyai rating 4 bintang ke atas dan banyak yang memenangkan penghargaan.

Amazon Books, rating & customer review card.

Display buku di Amazon Books terlihat menarik. Buku dipajang dengan menghadapkan sampulnya ke depan. Sehingga pengunjung bisa menikmati berbagai desain sampul buku, yang menjadi salah satu daya tarik sebuah buku. Setiap buku disertai kartu berisi review dan rating dari website Amazon. Review dipilih dari tulisan customer, profesional, dan konten dari penerbit.

Amazon Books, pengelompokan buku.

Selain dikelompokkan menurut genre, juga ada pengelompokan unik lainnya. Misalnya buku untuk gift/hadiah, ada Gifts for Young Adults dan Gifts for the Gamer. Tentu menjadi bantuan yang berarti bagi pengunjung yang ingin membeli buku untuk hadiah.

Buku tidak mempunyai stiker harga, melainkan barcode. Hal itu karena harga buku di toko sama dengan harga di website Amazon. Sedangkan harga di website Amazon dapat berubah-ubah setiap saat. Amazon Books menyediakan beberapa price-checking kiosk. Harga juga dapat dicek menggunakan Amazon App di handphone, dengan cara memindai barcode di setiap buku.

Pembayaran dapat dilakukan dengan kartu kredit. Jika kartu kredit sama dengan yang digunakan di akun website Amazon, secara otomatis akan dikenali. Tanda terima pembelian akan dikirim ke email, order di toko akan tersimpan juga di akun website Amazon.

Opini Sekilas

Setelah 20 tahun fokus pada e-commerce, tentu tidak dengan tiba-tiba Amazon mendirikan toko buku offline. Logis jika dikatakan Amazon Books merupakan perwujudan dari perencanaan yang matang. Ada yang berpendapat toko buku itu hanya salah satu bagian dari advertising. Alasannya, perusahaan sekaya dan sesukses Amazon sebenarnya tidak membutuhkan toko buku offline.

Tetapi bisa jadi ada tujuan lain selayaknya tujuan perusahaan pada umumnya, yaitu profit. Mungkin Amazon menilai masa depan toko buku offline masih panjang. Omset penjualan buku secara offline pun didata masih besar, yang berarti juga ada profit besar disitu, yang merupakan daya tarik kuat untuk perusahaan mana pun.

Sementara ini, Amazon Books tidak akan difungsikan untuk gudang atau pickup center. Jennifer Cast mengatakan belum ada rencana untuk membuka toko kedua. Perusahaan akan fokus pada toko buku di Seattle itu. “Kami harap ini bukan yang satu-satunya. Tapi kita lihat saja nanti,” kata Jennifer.

Sumber: Amazon, Huffington Post, Wired, Seattle Times, Forbes, foto: Amazon(WA)

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY