Dampak Negatif dan Cara Mengatasi Stress

0
382
Cara mengatasi stress

Selain makanan berlemak tinggi dan makanan bergula, stress juga mendorong kita untuk makan berlebihan.

Memang dalam jangka pendek, stress dapat menghilangkan selera makan. Hypothalamus di otak memproduksi hormon yang menekan selera makan.

Otak juga mengirim pesan pada adrenal glands yang ada di bagian atas ginjal untuk memproduksi adrenalin (hormon epinephrine). Adrenalin memicu tubuh agar untuk sementara mengesampingkan makan.

Tetapi jika stress berlangsung dalam jangka panjang, ceritanya berbeda. Adrenal glands melepas hormon cortisol yang meningkatkan selera makan, juga meningkatkan motivasi secara umum termasuk motivasi untuk makan.

Beberapa studi yang dilakukan pada hewan menunjukkan stress meningkatkan konsumsi makanan tinggi lemak dan/atau gula. Studi lain mengatakan bahwa ghrelin (hormon lapar) bisa jadi mempunyai peran.

Orang yang stress merasa nyaman mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula. Tak heran jika berat badannya naik. Sudah makannya banyak, yang dimakan tinggi lemak dan gula.

Tetapi makan bukan satu-satunya penyumbang naiknya berat badan penderita stress. Biasanya penderita stress ada juga yang kurang tidur, malas berolahraga, dan malas beraktivitas.

Jadi ketika stress datang, jangan terlena, langsung ambil tindakan agar tidak terkena dampak buruknya.

Berolahraga

Pilihlah olahraga ringan seperti jalan kaki, berkebun, bersih-bersih rumah, atau senam ringan. Olahraga dengan intensitas rendah akan mengurangi produksi cortisol. Lagipula olahraga bisa menjadi distraksi sehingga pikiran bisa beristirahat.

Beribadah

Beribadah dengan khyusuk dapat melegakan hati dan meringankan pikiran. Kita juga bisa leluasa berkeluh kesah pada Tuhan tentang hal-hal yang tidak bisa kita katakan pada orang lain. Perbanyak ibadah di malam hari dimana suasananya lebih damai dan hening.

Curhat/Konsultasi

Membicarakan masalah dengan orang lain memang belum tentu akan berbuah solusi. Tujuan utamanya bukan solusi, melainkan sedikit meringankan beban. Pilih lawan bicara yang bisa dipercaya menjaga rahasia.

Teman dan Keluarga

Mintalah dukungan teman dan keluarga. Beritahu mereka agar tidak mengganggu dan agar memberi diri kita “ruang”. Teman dan keluarga yang baik akan mengerti dan berusaha membantu apa yang mereka bisa.

Jangan lupa, tekad pribadi yang kuat untu keluar dari kungkungan stress adalah modal utama.

Tulisan dari Umona.

Referensi: Harvard Health. (Awaludin/WA)

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY