Garam Krosok (Sea Salt), Murah, Enak, Tinggi Mineral

0
2719
Garam krosok (sea salt)

Garam krosok, garam laut tradisional, telah lama diproduksi dan digunakan oleh nenek moyang kita. Dahulu garam krosok sangat berharga, merupakan komoditas perdagangan bernilai tinggi dan digemari, hingga ke berbagai negara manca. Seiring perkembangan jaman pamornya meredup.

Sekarang kita lebih suka menggunakan garam dapur atau garam meja hasil olahan pabrik. Salah satu sebabnya adalah sulitnya memperoleh garam krosok terutama di perkotaan. Garam olahan pabrik yang umumnya diberi tambahan yodium, dianggap lebih modern dan lebih sehat. Akhirnya garam krosok tidak populer digunakan untuk memasak. Ia hanya dipakai untuk pengawet misalnya ikan asin, dan digunakan dalam industri seperti tekstil.

Namun sebenarnya garam krosok lebih bagus dipakai untuk memasak. Belakangan ini mereka yang sadar kesehatan seperti pelaku raw food, pelaku food combining, mulai beralih menggunakan garam krosok. Selain rasanya lebih enak, kandungan mineralnya jauh lebih tinggi daripada garam olahan pabrik. Perlu disadari bahwa garam bukan hanya penyedap rasa, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan.

Garam laut olahan tradisional mengandung 80 lebih mineral alami antara lain sulfat, kalsium, magnesium dan potasium. Pengolahannya dengan cara menguapkan air laut membuat kandungan mineralnya masih terjaga. Garam alami ini mudah menggumpal. Bentuknya yang berupa kristal kasar membuatnya dinamai garam krosok (krasak/grasak/kerikil kecil). Warnanya tidak putih bersih melainkan agak abu-abu, hitam atau merah muda yang dipengaruhi juga dari mineral yang dikandung.

Garam olahan pabrik baik garam dapur maupun garam meja berwarna putih bersih. Butirannya halus tidak mudah menggumpal karena sudah diberi bahan anti gumpal. Garam ini juga ada yang diperkaya dengan yodium. Namun akibat pengolahan yang disertai pemanasan yang sangat tinggi, banyak sekali mineral yang hilang. Garam yang banyak dipakai untuk memasak ini hanya memiliki 2 sampai 3 unsur mineral.

Jadi, garam krosok kualitasnya lebih baik dibanding garam olahan pabrik. Namun konsumsinya juga tidak boleh berlebihan. Apalagi bagi yang sensitif terhadap natrium, akan lebih mudah naik tensi darahnya jika garam yang dikonsumsi berlebihan.

Pemakaian garam dalam masakan cenderung ditujukan hanya untuk menyedapkan rasa atau sebagai pengawet. Tanpa garam pun kita bisa mendapatkan asupan natrium yang cukup dari makanan sehari-hari seperti sayur dan buah. Mulai sekarang, mari lebih bijak mengonsumsi garam. (WA)

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY