Greneng, Pesan Singkat Sang Empu Keris

0
638
greneng keris

Kode atau bahasa sandi empu keris itu memang luar biasa. Salah satunya adalah greneng.

Apa itu? Ada yang beranggapan bahwa greneng itu bunyi/suara. Ada yang bilang itu sebagai signature (tanda tangan) sang empu.

Greneng, keris
Gambar greneng, dari Haryono Guritno: “Keris Jawa, Antara Mistik dan Nalar” halaman 172-179

Tapi greneng itu sebenarnya adalah pesan singkat. Bagaimana bunyi pesannya? Bacalah maka kamu mengetahui.

Syarat mutlak adalah bisa membaca huruf yang ditorehkan di sebilah keris.

Ingatlah bahwa bangsa kita adalah bangsa yang cerdas. Sudah mengenal aksara dan bisa membaca serta menulis. Suku-suku di Indonesia telah memiliki aksara/huruf, jauh sebelum Portugis-Belanda-Inggris-Perancis dan lain-lain menginjakkan kaki di negeri ini.

Adapun kemudian dikatakan “Buta Aksara” alias “Buta Huruf”. Itu adalah buta huruf terhadap huruf latin yang dibawa oleh “penjajah”, oleh walanda (londo), bule luar negeri, yang menjadi cikal-bakal dunia pendidikan disaat ini sekarang ini.

Kembali ke bahasa besi, pesan singkat sebilah keris melalui greneng. Bunyi pesan bisa terdiri dari satu huruf atau beberapa huruf sekaligus. Beberapa contohnya adalah:

  • Ha (dibaca: ho)
    Artinya kepuasan, pelunasan. Empu keris menorehkan satu huruf Ha biasanya dalam keadaan “terima kasih sudah berlangganan”. Atau pada kasus si pemesan sedang terlilit hutang-piutang, biar berkahnya gampang buat menagih hutang. Atau dalam keadaan empu keris merasa berhutang jasa atau berhutang budi.
  • Dha-Dha (dibaca: dho dho)
    Artinya hadiah/cinderamata, lestarikanlah. Keris dengan greneng seperti ini yang lebih banyak diperjualbelikan/dimaharkan dan banyak beredar di dunia tosan aji.
  • Dha-Dha-Na (dibaca: dho dho no)
    Artinya pemberian, hibahan, sedekah.
  • Dha-Na (dibaca:dho no)
    Artinya kenang-kenangan, warisan. Semoga melimpah ruah keuangan dan rejekimu.
  • Dha-Dha-Dha (dibaca: dho dho dho)
    Artinya hadiah/cinderamata untuk diberikan lagi kepada orang lain. Saling memberi dan menerima.
  • Dha-Ra (dibaca: dho ro)
    Artinya berikan untuk istrimu atau putrimu (atau kerabat perempuan), jagalah supaya tidak terseret arus pergaulan. Agar tidak gundah.
  • Dha-Ha (dibaca: dho ho)
    Artinya ini keris panas. Waspadalah dan kontrol perilakumu supaya tidak sewenang-wenang.
  • Dha-Ya (dibaca: dho yo)
    Artinya pemberian dengan kasih sayang. Menjadi kuat dan tegarlah kamu.
  • Dha-Ma (dibaca: dho mo)
    Artinya baik-kebaikan, kendalikan diri sendiri.
  • Ra-Dha (dibaca: ro dho)
    Artinya ini keris bagus, pisahkan dari keris lainnya. Janganlah mencampuradukkan antara yang haq dan bathil (antara kebaikan dan kejahatan).
  • Ra-Dha-Dha-Dha (dibaca: ro dho dho dho)
    Artinya ini keris bagus, bisa sebagai hadiah/cinderamata untuk orang yang lain lagi supaya lestari.
  • Ja-Dha (dibaca: jo dho)
    Artinya masih sendirian, semoga lekas ketemu jodoh yang harmonis.
  • Ja-Dha-Ya (dibaca: jo dho yo)
    Artinya berjodohlah, walaupun tanpa perasaan pada awalnya.
  • Ta-Ma (dibaca: to mo)
    Artinya utama, tingkat tinggi, keluhuran.

Punya pendapat lain tentang greneng? Silakan tulis komentar Anda. (Ali Winarso/WA/Featured image: Wikipedia)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY