Hati-hati, Makanan dan Minuman ‘Sehat’ Ternyata Mengandung Banyak Gula

0
571
Gula

Dewasa ini makanan olahan pabrik semakin membanjiri pasar, terutama di perkotaan. Rak-rak pertokoan penuh berisi makanan yang bisa tahan dalam hitungan minggu bahkan bulan. Makanan (dan minuman) tersebut umumnya telah melalui proses pengolahan yang panjang. Secara kualitas kesehatan, ditengarai lebih rendah dibanding makanan hasil olahan rumahan.

Masyarakat semakin sadar bahwa antara makanan dan kualitas kesehatan sangat berhubungan. Sebagian dari mereka kini lebih selektif dan lebih memilih makanan yang sehat, yang segar dan alami, untuk mereka dan keluarganya. Produsen makanan pun menanggapi keinginan pasar tersebut, dengan mengeluarkan produk makanan dan minuman “sehat”.

Nyatanya, makanan dan minuman dengan label sehat itu rata-rata malah tidak sehat. Salah satu alasannya karena mengandung banyak gula. Tahu kan, konsumsi gula berlebihan juga salah satu penyebab utama kegemukan. Berikut beberapa contoh makanan sehat yang tidak sehat, dengan alternatif penggantinya.

Sereal

Sereal memang nikmat untuk sarapan, biasanya ditambah dengan susu cair. Sereal yang dijual banyak diberi perasa, misalnya rasa coklat. Sereal yang dijual dalam kemasan biasanya mengandung gula. Cobalah cek kemasan sereal, baca bahan-bahannya, kemungkinan besar akan ditemukan gula.

Sebagai penggantinya, cobalah nasi dari beras pecah kulit yang dimasak dengan rempah-rempah seperti daun salam, laos, bawang merah, dan bawang putih. Beri sejumput teri kecil-kecil atau garam krosok (sea salt). Rasanya tak kalah nikmatnya.

Buah Kaleng

Buah kaleng, tidak seperti buah segar, tahan disimpan dalam waktu lama. Bentuk dan rasanya tidak rusak. Di dalam kalengnya biasanya terdapat air gula. Jika buah segar ada yang rasanya manis dan asam, buah kaleng umumnya berasa manis, hal itu karena penambahan gula.

Buah-buahan segar jauh lebih baik, yang bisa dimakan langsung atau dijus.

Salad Dressing

Mayones atau salad dressing lain banyak juga yang diberi gula. Tapi tidak berarti makan salad menjadi tidak sehat sehingga harus dihindari. Masih banyak salad dressing yang lebih sehat dan juga enak.

Cobalah membuat salad dressing dari minyak zaitun, air jeruk lemon, dan bawang putih. Dengan sedikit browsing, akan banyak ditemukan resep salad dressing sehat. Atau mau coba peninggalan nenek moyang kita? Ada sambal pecel, sambal matah, dan sambal tumpang.

Minuman Rendah Lemak

Banyak minuman dalam kemasan yang diberi label rendah lemak. Tidak serta merta membuat minuman itu menjadi minuman yang sehat. Minuman kemasan produksi pabrik umumnya rasanya enak, yang didapat salah satunya dari penambahan gula.

Air putih tetap yang terbaik dan dibutuhkan oleh tubuh. Minuman herbal dan jus buah segar juga bisa jadi pilihan.

Air Kelapa dalam Kemasan

Air kelapa memang bagus. Namun seperti telah diketahui, air kelapa bisa menjadi basi. Air kelapa dalam kemasan bisa bertahan begitu lama di rak-rak tanpa berubah kualitas dan rasanya. Air kelapa asli bermacam-macam rasanya, ada yang manis, ada yang kurang manis. Air kelapa dalam kemasan rasanya sama, terutama manis karena tambahan gula.

Negeri kita kaya dengan berbagai jenis kelapa. Dengan mudah kita bisa membeli air kelapa di pasar, atau penjual es kelapa muda di pinggir-pinggir jalan. Belilah tanpa gula, jika sesekali ingin ditambahi gula pilihlah gula merah.

Minuman Berserat Tinggi

Serat memang bagus dan diperlukan. Lagi-lagi produsen dan makanan memanfaatkan peluang. Sudah sejak lama minuman berserat dijual dalam bentuk kemasan yang dibuat minuman, atau yang siap minum. Banyak diantaranya yang diberi gula agar rasanya enak.

Dapatkanlah serat hanya dari sumber terbaik misalnya buah, sayur, jagung, dan beras pecah kulit.

Saat kita makan makanan alami seperti buah, sayur, dan nasi, sebenarnya kita sudah mendapatkan asupan gula. Desain Tuhan akan jumlah gula yang terdapat di alam sebenarnya sudah sempurna untuk kehidupan manusia. Jaman yang semakin komersil ini merusak tatanan tersebut. Gula yang telah jadi industri besar, ada di mana-mana dalam jumlah yang berlebih.

Kesehatan kita di masa depan, ditentukan dari kebiasaan makan dan minum kita. Memanjakan lidah dengan manisnya gula sesekali memang tak mengapa. Tapi kalau berlebihan, hal-hal seperti diabetes dan obesitas mengintai. (WA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY