Kecamatan Jailolo di Maluku Utara Diguncang Gempa Swarm Ratusan Kali

0
784
Foto: ilustrasi

Ratusan rumah rusak di dua desa di Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, akibat gempa bumi swarm (bergerombol). Gempa bumi terjadi ratusan kali terus-menerus sejak 16-21 November 2015. Pada Jumat (20/11) terjadi gempa 130 kali hanya dalam waktu 16 jam.

Kerusakan paling banyak terjadi di desa Bobanehena. 276 rumah rusak ringan, 53 rumah rusak sedang, 21 rumah rusak berat, 2 masjid rusak sedang, dan 1 sekolah dasar rusak sedang. Di desa Galala 15 rumah dikabarkan rusak ringan, 5 rumah rusak berat, dan 1 mushola rusak sedang.

Bantuan dan pertolongan telah dilakukan. Namun terkendala karena jumlah personil terbatas, serta lokasi terdampak bencana cukup jauh dan susah dijangkau. 4 ribu lebih masyarakat dari sekitar 16 desa di beberapa kecamatan dikabarkan masih mengungsi (21/11) karena takut gempa susulan dan isu tsunami. Masyarakat yang sedang kesusahan itu bertambah bebannya karena ada isu tidak berdasar tentang datangnya tsunami.

Masyarakat menempati pengungsian di tempat-tempat yang disediakan oleh pemerintah. Selain itu ada yang mengungsi di kebun dan hutan. Sekarang ini dikabarkan sangat dibutuhkan bantuan makanan dan bahan bangunan.

Gempa yang terjadi sendiri tidak besar, kurang dari 5 Skala Richter. Namun guncangannya terasa cukup kuat, apalagi terjadi beruntun. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, gempa ini terjadi secara terus-menerus, baik yang berasal dari jalur subduksi di laut maupun di kalur sesar di darat, dengan pusat gempa 61 km Timur Laut Ternate.

Pengamat Gempa Bumi Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Maluku Utara, Lutfi Pari mengatakan gempa akan masih berlanjut. Menurut hasil analisis BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, gempa tektonik kategori swarm ini selama dua bulan ke depan, masih akan terjadi di wilayah Maluku Utara. Khususnya di Ternate dan Halmahera Barat.

Gempa swarm tersebut disebabkan oleh aktivitas magma di perut bumi. Ditambah prediksi adanya gempa tektonik di laut Halmahera Barat yang disebabkan oleh aktivitas gunung berapi. Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak panik.

Selama dua bulan, saudara-saudara kita di Maluku Utara masih akan diguncang gempa. Mari kita ringankan beban mereka dengan apa saja yang kita mampu. Indonesia bersaudara!

Update: kabar terbaru dan penyaluran bantuan bisa dilihat di https://www.facebook.com/adlun.f.slankers/posts/994124963978943 (Foto: ilustrasi/WA)

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY