Mengenang TFC: Para Pesilat di Ajang Mixed Martial Arts

0
1343
mixed martial arts

Berlawanan dengan pendapat banyak orang, silat tidak hanya berjaya di kandangnya sendiri. Sudah sejak lama para pesilat tampil di berbagai ajang beladiri.

Salah satunya di event Mixed Martial Arts pertama di Indonesia, TPI Fighting Championship yang tayang dari 2002 hingga 2005. TFC adalah event MMA besutan TPI (kini MNC TV).

Di event itu turun bertanding beberapa petarung berbasis silat. Ada di antaranya yang menonjol dan disegani hingga sekarang.

Berikut beberapa pesilat yang kiprahnya di TFC masih dikenang sampai saat ini.

Warseno

Dasar beladirinya adalah silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Dengan catatan 1 kali menang dan 2 kali kalah, penampilan perdana Warseno cukup mengejutkan.

Turun pertama kali di seri ke 6 (19 Oktober 2002), dia menang KO atas Dewa Bowo di detik ke 6 ronde pertama. Kabarnya itu adalah rekor KO tercepat TFC saat itu.

(Via www.mmaindonesia.net)

Aji Susilo

Aji berlatar beladiri silat, tinju, dan karate. Di kemudian hari dia melengkapi tekniknya dengan ground fighting dari Brazilian Ju Jutsu.

Aji Susilo adalah orang pertama yang meraih sabuk juara kelas menengah (middle weight) TFC.

Berkat prestasi dan penampilannya, ia pun diundang untuk bertarung di BEST (Blood, Energy, Sweat and Tears) di Jepang. BEST adalah tempat penyaringan para petarung sebelum memasuki event PRIDE Fighting Championship Jepang.

Lagi-lagi Aji Susilo menorehkan prestasi. Dia adalah fighter pertama Indonesia yang bertarung di arena MMA luar negeri dan mendapatkan kemenangan.

(Via http://ajisusilo.blogspot.co.id/)

Dedi Hermawan

Mempunyai dasar beladiri silat PSTD (Pencak Silat Tenaga dasar) dan gulat. Dedi mempunyai catatan 6 kali menang dan 5 kali kalah di TFC. Di saat terakhir kegiatan utamanya adalah melatih beladiri.

Zuli Silawanto

Zuli adalah petarung veteran yang menguasai beladiri antara lain pencak silat, kickboxing, dan gulat. Setelah berlaga di TFC dia juga bertarung di kancah internasional seperti One FC.

Berkat keahlian beladirinya Zuli mendapat peran di film The Raid 2: Berandal (2014). Di tahun 2016 ini dia kembali bermain di film drama thriller Iseng, berperan sebagai seorang preman. (WA/Foto: ilustrasi)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY