Rumah Sakit Al Fusta, Mesir: Mengagumkan!

0
497
Kairo modern

Mendengar kata ‘rumah sakit’, terbayang gedung yang digunakan untuk merawat orang yang mengalami kecelakaan maupun terserang penyakit. Kita akan melihat pasien dan para dokter sedang sibuk memeriksa pasien.

Dalam sejarah Islam, ada satu rumah sakit yang mengagumkan yaitu rumah sakit Al Fusta di Mesir.

Mengapa Kagum?

Rumah sakit Al Fusta dulunya dibangun dengan biaya yang amat tinggi dan menjamin pelayanan terbaik. Namun, semua pasien yang dirawat gratis alias tidak dipungut biaya.

Berbagai bentuk pengobatan disediakan. Mereka yang terlibat dalam penelitian medis, diberi pendidikan medis secara cuma-cuma.

Rumah sakit Al Fusta juga menjadi tempat istirahat bagi peziarah yang sedang dalam perjalanan ke Makkah untuk menunaikan haji atau umrah. Sekaligus sebagai tempat orang-orang miskin menerima pendidikan umum dari dokter dan staf rumah sakit.

Selain itu, rumah sakit Al Fusta dijadikan sebagai pusat pendidikan kedokteran yang didukung penuh oleh negara. Gaji staf dan biaya operasiomal, termasuk peralatan dan obat-obatan dibayar oleh negara.

Pasien yang dirawat di rumah sakit Al Fusta pun menjadi tanggung jawab negara, tidak memandang aliran pemikiran, agama, tempat tinggal atau asal, dan jenis kelamin.

Siapa Pendirinya?

Ahmad Ibnu Tulun adalah sosok yang membangun rumah sakit Al Fusta. Ia lahir di Baghdad, kemudian keluarganya berpindah ke Samarra, ibukota kehalifahan Abbasiyah.

Pada 868, Khalifah al-Mu’tazz menunjuk Bayik Bey sebagai gubernur Mesir. Bayik Bey selanjutnya mengirim Ahmad Ibnu Tulun sebagai walinya. Ibnu Tulun tiba di Mesir pada bulan September 868.

Di Mesir, Ahmad Ibnu Tulun membangun sejumlah bangunan. Paling terkenal adalah Masjid Ahmad Ibnu Tulun, yang masih dalam kondisi baik sampai saat ini.

Pembangunan rumah sakit Al Fusta adalah bukti dari usahanya untuk memberikan fasilitas kesehatan dan pendidikan kedokteran bagi masyarakat. Rumah sakit ini dibangun pada tahun 872 di kota Fustat (sekarang Kairo lama).

Pasien Lelaki dan Perempuan Terpisah

Rumah sakit ini dibagi menjadi dua wilayah, untuk pasien laki-laki dan perempuan. Masing-masing wilayah dibagi lagi menjadi beberapa ruang dan kamar khusus untuk pengobatan kondisi tertentu. Rumah sakit juga mempunyai ruangan khusus untuk operasi dan oftalmologi (penyakit mata).

Ahmad Ibnu Tulun mengunjungi pasien di rumah sakit setiap hari Jum’at. Ia selalu menanyakan kesehatan para pasien. Selain itu, ia mengecek keberlangsungan rumah sakit, seperti menata manajemen ataupun memeriksa apakah ada fasilitas yang kurang dan sebagainya.

Para dokter dan ahli medis yang bekerja di rumah sakit Al Fusta dipekerjakan dari seluruh wilayah Abbasiyah. Ahmad Ibnu Tulun memastikan bahwa rumah sakit Al Fusta dikelola oleh staf medis terbaik dari seluruh Abbasiyah. Serta menggunakan peralatan dan teknologi medis, pengetahuan medis, serta fasilitas perawatan pasien terbaru.

Perpustakaan Lengkap

Rumah sakit mempunyai perpustakaan yang besar dan lengkap? Ini ada di Rumah Sakit Al Fusta. Seluruh koleksi bukunya terjaga dengan baik.

Ditambah lagi memiliki ruang kuliah. Terdapat ruang dapur yang menyiapkan makanan-makanan sehat, yang merupakan bagian dari perawatan pasien dan pemulihan kesehatan yang dianjurkan oleh dokter.

Rumah Sakit Al Fusta sangat peduli dengan kebersihan. Ruang perawatannya luas dan diatur dengan nyaman. Istimewanya lagi, Rumah Sakit Al Fusta juga mempunyai ruang perawatan kesehatan mental. (WI/Foto: Kairo modern/Pixabay)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY