16 Tips & Cara Mendapatkan Perhatian Anak yang Bisa Bunda Lakukan Hari Ini Juga

0
1906
Cara mendapatkan perhatian anak

Anak terkadang sangat sulit diminta perhatiannya. Dipanggil diam saja, atau merespon sebentar lalu asyik bermain lagi. Disuruh meletakkan sandal di rak sepatu susahnya minta ampun, seolah perintah bunda tidak didengar.

Apakah itu berarti anak bunda nakal? Tidak, itu hal yang wajar, bahkan orang dewasa pun banyak yang juga begitu.

Lalu bagaimana caranya mengubah atau mengurangi kebiasaan anak sehingga ia mau merespon dengan baik?

16 Tips Cara Mendapatkan Perhatian Anak

Pagiini.com memberikan tips-tips cara mendapatkan perhatian anak yang langsung bisa bunda terapkan. Tentu tidak semuanya “mempan” terhadap anak bunda. Satu atau beberapa tips di bawah ini bisa bunda jadikan jurus andalan untuk mendapatkan perhatian si kecil.

Tips #1: Pemberian Contoh akan Mendorong Anak Menirukannya

Anak kecil suka meniru bahkan tanpa disuruh. Jika bunda tidak memberi perhatian penuh padanya saat dia membutuhkan, dia akan menirukannya. Baginya cuek itu hal yang benar karena bunda telah mencontohkannya.

Hentikan kegiatan bunda dan beri anak perhatian sepenuhnya saat ia membutuhkan bunda. Jangan menanggapi anak yang mendatangi bunda sambil tetap bermain gadget.

Berikut ini simulasi saat bunda sedang asyik dengan facebook di smartphone dan tiba-tiba si kecil menghampiri:

  1. Betapa pun pentingnya/asyiknya (misalnya sedang membalas pesan dari calon pembeli facebook online shop), letakkan gadget.
  2. Tanya apa keperluan si kecil, misalnya, “Ada apa, sayang?”.
  3. Segera respon apa yang diinginkan anak bunda.
  4. Beritahukan dengan jelas jika bunda harus menunda permintaan anak, “Duduk sini dulu sebentar, Ibu mau nutup facebook dulu.”

Tips #2: Kontak Fisik Seperti Memeluk dan Mengusap Rambut Membuat Anak Lebih Memperhatikan Bunda

Sentuhan fisik yang hangat memberitahu anak bahwa bunda menyayanginya. Juga “memaksa” anak menyadari kehadiran bunda.

Berikut ini sentuhan yang bisa bunda lakukan sebelum menyampaikan pesan/perintah pada anak:

  1. Duduk di sebelah anak yang sedang menonton TV atau bermain game lalu peluk dia.
  2. Dekati anak yang sedang bermain dan belai rambutnya.
  3. Letakkan tangan bunda pada bahu atau tepuk lembut bahunya.
  4. Cium pipinya.

Tips #3: Ikut Nimbrung dengan Apa yang Sedang Mereka Kerjakan

Anak yang sedang asyik dengan kegiatannya sukar dialihkan perhatiannya. Apabila sedang asyik bermain bersama temannya, hanya temannya yang ia pedulikan. Maka, jadilah temannya untuk mendapatkan perhatiannya.

  1. Apapun yang anak sedang lakukan, ikutlah terlibat. Ikutlah bermain bersama misalnya, seolah bunda adalah teman sebayanya.
  2. Aktif bertanya tentang kegiatannya agar anak mau berkomunikasi dengan bunda. Contoh, “Keren robotnya bisa jadi pesawat, gimana tadi cara ngerubahnya?”.
  3. Jika sudah terjalin komunikasi dua arah antara bunda dengan anak, bunda bisa menyampaikan maksud bunda yang sesungguhnya. Seperti menyuruhnya mandi, mengambil mainan yang tertinggal di halaman, menaruh baju di tempatnya.

Tips #4: Hentikan Kegiatan Anak Saat Itu Juga

Cara mendapatkan perhatian anak yang asyik nonton TVKadang anak bisa benar-benar tak peduli dengan sekelilingnya saat sedang menonton film/tv atau bermain game. Untuk hal ini bunda perlu langsung “mematikan” sumber keasyikan anak.

  1. Beri pendahuluan sebelum mematikan tv/game console/komputer, misalnya, “Sudah sore saatnya mandi, nak.”
  2. Tegas tapi jangan marah.
  3. Matikan tv/game console/komputer. Tanya lebih dahulu apakah game-nya perlu disimpan sehingga nanti bisa dilanjut mainnya. Jika hasil permainannya berjam-jam bunda hilangkan begitu saja, anak bisa sakit hati.
  4. Lalu suruh anak melakukan sesuatu yang memang sudah saatnya harus dia lakukan. Misalnya mandi, membawa baju kotor ke belakang.

Tips #5: Jalan Pintas, Belajar dari Pengalaman Orang Lain

Bunda bisa bertanya strategi yang digunakan orang lain. Tips ini bisa sangat menghemat waktu dan energi daripada melakukan sendiri trial & error.

  1. Hindari bertanya pada mereka yang sombong dan suka pamer. Salah-salah bunda bisa sakit hati mendengar omongan seperti ini, “Berarti anak kamu nggak sayang tuh sama kamu. Beda kalau anakku, sayang banget sama aku, sekali dibilangin pasti nurut.”
  2. Bertanyalah pada orang tua, mertua, saudara, dan sesama orang tua. Pendeknya pada mereka yang berpengalaman dengan anak kecil.
  3. Bertanya pada guru sekolahnya. Para guru mempunyai teknik-teknik penguasaan kelas yang bisa bunda terapkan di rumah.

Tips #6: Memberi Batasan Waktu Sekaligus Melatih Anak untuk Disiplin

Anak menganggap seluruh waktunya seharusnya untuk bermain. Itu hal yang sangat wajar. Adalah tugas bunda untuk membantunya membagi waktu.

Memberi batasan waktu pada aktivitas tertentu, membantu anak mengalihkan perhatian dari kegiatannya jika waktu yang diberikan sudah habis.

  1. Berikan batasan untuk aktivitas mereka. Misalnya waktu bermain di sore hari adalah sampai pukul 16.30. Atau jatah bermain game hanya 2 jam.
  2. Hormati hak anak, jangan ganggu sebelum batas waktu habis. Jika bunda terpaksa menginterupsi, berikan perpanjangan waktu secukupnya. Hal ini juga untuk memberi contoh bersikap adil.
  3. Jika batas waktu habis bunda harus tegas.

Tips #7: Minta Anak Mengakui Kehadiran Bunda

Anak cuek

Kita tahu, ada anak yang sering pura-pura tidak mendengar jika dipanggil atau diajak bicara.

  1. Panggil atau ajak bicara si kecil.
  2. Jika 2-3 kali dia masih cuek, lakukan langkah selanjutnya.
  3. “Paksa” anak untuk mengakui kehadiran bunda. Misalnya, “Ayo tepuk tangan 2x kalo kamu bisa mendengar Mama, harus jujur ya.” Atau, “Pandang wajah Mama kalau kamu dengar panggilan Mama.” Saat anak melakukannya, meski ogah-ogahan, perhatiannya sudah berhasil budan dapatkan.

Tips #8: Memanggil Anak dari Jauh Bisa Membuatnya Merasa Kurang Dipentingkan

Bagaimana perasaan bunda jika atasan atau suami memanggil dari jauh, dengan suara keras seperti berteriak?

Hal negatif yang bunda rasakan, bisa jadi juga dirasakan anak saat bunda memanggilnya dari jauh. Anak bisa jadi merasa sebal dan tidak mengindahkan panggilan bunda.

  1. Jika anak berada di ruangan lain atau jaraknya agak jauh, jangan buru-buru memanggilnya.
  2. Dekati dia, baru panggil.
  3. Jika mungkin dapatkan kontak wajah dan mata dengannya.

Tips #9: Berbicara Ringkas Lebih Mudah Dipahami oleh Anak

Anak bunda masih kecil. Dia belum begitu bisa memahami kalimat yang panjang apalagi kompleks. Itu sebabnya si kecil tidak mengindahkan omongan bunda yang panjang lebar.

  1. Gunakan kalimat pendek, jelas arahnya, dan langsung pada poinnya, seperti,”Buang bungkus keripiknya ke tempat sampah, ya.”
  2. Jangan gunakan kalimat yang terlaku pendek, seperti, “Buang tuh sampah!”
  3. Jangan gunakan kalimat yang terlalu panjang. “Beresin mainannya, sepeda yang di halaman masukin ke rumah. Habis itu mandi, pakai handuk yang baru ambil di lemari.”
  4. Berikan perintah satu per satu dan jangan sekaligus. Jika anak sudah selesai membereskan mainannya, puji dia, baru kemudian minta dia memasukkan sepeda roda tiganya ke rumah.

Tips #10: Perintah yang Diulang-ulang Justru Malah Diabaikan oleh Anak

Pernah bunda terus menerus mengulang perintah yang sama, tapi tidak mengambil tindakan apa-apa walau anak tidak melakukan yang diperintahkan?

Anak akan hapal kebiasaan bunda itu, dan mengabaikan perintah bunda. Karena tidak nurut juga tidak apa kok, paling bunda cuma ngomel terus. Begitu kira-kira pikiran si kecil.

  1. Misalnya bunda ingin anak berhenti bermain mobil-mobilan karena sudah waktunya tidur siang.
  2. Mintalah dengan lembut.
  3. Jika masih tidak nurut, ulangi permintaan itu baik-baik.
  4. Terakhir, lakukan aksi. Ambil mobil-mobilannya dan ajak anak tidur siang sambil beri dia penjelasan dengan baik.

Tips #11: Tidak Membuat Anak Mendongak Saat Berbicara Membuatnya Lebih Nyaman

Ada anak yang merasa terintimidasi saat orang dewasa memberikan perintah sambil berdiri. Anak mendongak dan melihat sesosok tubuh menjulang lebih tinggi darinya, bisa membuatnya sangat tidak nyaman.

Tidak mengintimidasi anak

Ganti berdiri dengan hal di bawah ini:

  1. Duduk di lantai.
  2. Berjongkok.
  3. Jika anak sedang menggambar sambil menelungkup, ikutlah menelungkup.
  4. Jika anak sedang berbaring di tempat tidur, duduklah di lantai atau di tepi tempat tidur.

Tips #12: Siapapun Tidak Suka Dituduh, Dikritik, Diancam, Termasuk si Kecil

Dituduh, dikritik, apalagi diancam sangat tidak enak. Bukan cara yang bagus untuk menarik perhatian anak kecil. Hindarkan hal-hal itu dan berbicaralah baik-baik pada anak.

  1. Jangan menuduh, misalnya, “Kamu mau main Lego? Pasti nanti habis main nggak diberesin Lego-nya.” Ingatkan saja dia untuk membereskan mainannya nanti sehabis bermain.
  2. Jangan mengkritik, misalnya, “Kamu memang pemalas, habis makan piringnya nggak dibawa ke belakang.” Tunjukkan dengan baik kesalahannya dan suruh ia memperbaiki, “Kamu lupa bawa piring ke belakang ya? Bawa ke belakang sekarang, ya.”
  3. Jangan mengancam, misalnya, “Kalau nanti jam 6 sore kamu belum pulang, pintunya Ibu tutup.” Beri dia batas waktu bermain dan suruhlah untuk menepatinya.

Tips #13: Deskripsikan Perasaan Bunda pada Anak untuk Menarik Simpatinya

Anak bisa jadi menyangka bunda akan baik-baik saja meski dia tidak mengindahkan ibunya. Cobalah mengungkapkan perasaan bunda padanya.

Selain meraih simpati yang akhirnya meraih perhatiannya, anak akan belajar bertoleransi pada perasaan orang lain.

  1. “Ibu sedih kalau kamu dipanggil tidak menyahut.”
  2. “Bunda khawatir kalau kamu jam 5 sore belum pulang bermain.”
  3. “Mama bingung kalau kamu ditanya diam saja.”
  4. Jangan gunakan kalimat negatif seperti Ibu benci… Bunda marah… Mama muak….

Tips #14: Anak yang Merasa Dihargai Akan Senang Hati Melakukan Hal-Hal yang Semula Kurang Disukainya

Beri anak penghargaan jika ia merespon panggilan atau perintah bunda. Perhatikan perubahan anak saat ia merasa dihargai. Ia lebih ceria, wajahnya berseri, lebih bersemangat?

Penghargaan tidak perlu dengan benda atau uang, melainkan hal-hal kecil seperti:

  1. Ucapan terima kasih.
  2. Pelukan, belaian, usapan, mengacak rambut.
  3. Yang lebih ceria, ajak anak untuk high five (toss).

Tips #15: Tepukan dan Gerakan Tangan Menarik Perhatian si Kecil dan Merngsangnya untuk Ikut Bergerak

Cara ini banyak digunakan di sekolah-sekolah. Tepukan tangan diikuti dengan gerakan tangan.

Triknya adalah menarik perhatian anak dengan tepukan, lalu membuat gerakan tangan yang akan ditiru olehnya. Ingat, anak suka meniru.

  1. Tepuk tangan dengan pola tertentu. Misalnya dua kali tepukan-jeda-sekali tepukan-jeda-dua kali tepukan (plokplok-plok-plokplok).
  2. Jika anak menoleh, lanjutkan dengan membuat gerakan tangan tertentu. Misalnya menggoyang-goyang kedua tangan, atau kedua tangan membentuk gerakan melingkar ke bawah ke samping lalu ke atas.

Tips #16: Curi Perhatian Anak dengan Memo

Kalau bunda menemukan sehelai kertas di lemari, berisi kata-kata romantis dari suami, senang kan? Nah, coba lakukan itu pada anak.

  1. Gunakan kertas warna-warni atau kertas bergambar.
  2. Tuliskan pesan kreatif. Contoh: Kawan, aku kedinginan di lantai nih. Masukin aku ke kardus, dong! Dari: boneka beruangmu.
  3. Berikan pesan itu pada anak tanpa memberi perintah apa-apa. Jika dia bertanya, suruh baca saja.

Itulah berbagai tips cara mendapatkan perhatian anak yang bisa bunda coba.

Ingat, pilihlah tips yang sesuai dengan keadaan dan usia buah hati bunda. Misalnya anak umur 1-2 tahun mungkin cocok dengan tips tepukan tangan berpola.

Catat beberapa tips favorit bunda, cobalah salah satu dahulu.

Jika bunda suka artikel ini atau merasa artikel ini bermanfaat, silakan bagikan ke teman-teman. Atau bunda punya tips yang belum ditulis di artikel ini? Silakan tulis di komentar. Terima kasih! (WI/WA)

Referensi:

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY